Hindari Hal Salah Kaprah Ketika Merencanakan Asuransi Pendidikan 

 Selama ini sebagian orang tua memilih produk asuransi pendidikan karena langkah tersebut adalah bagian dari cara mempersiapkan biaya pendidikan anak. Namun, tepatkh memilih asuransi pendidikan sebagai dana pendidikan bagi masa depan buah hati? Sepertinya memang tidak salah memilih asuransi pendidikan sebagai persiapan dana pendidikan anak di masa depan. Tetapi anda harus cermat supaya terhindar dari beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika merencanakan asuransi pendidikan. 

Saat ini asuransi untuk anak memang memiliki banyak jenis produk. Tetapi asuransi pendidikan banyak dilirik karena menawarkan jaminan pendidikan yang terbaik bagi buah hati. Namun jangan sampai keinginan anda mempersiapkan dana pendidikan dini justru salah kaprah dan tidak sesuai dengan tujuan awal. Supaya anda terhindar dari hal-hal tersebut maka berikut ini akan dijelaskan hal-hal yang perlu dihindari saat merencanakan asuransi pendidikan anak. 

  1. Anak Sebagai Tertanggung Asuransi
    Kesalahan yang sering dilakukan oleh para orang tua ketika mengikuti asuransi pendidikan yaitu menjadikan anak sebagai tertanggung asuransi. Kesalahan tersebut diawali dari pandangan orang tua bahwa asuransi pendidikan merupakan serba-serbi perencanaan keuangan kebutuhan dana pendidikan anak. Hal ini membuat anak menjadi tertanggung yang sangat kurang tepat. Padahal asuransi ini berbeda dengan asuransi perlindungan jiwa syariah. Seharusnya yang menjadi tertanggung asuransi yaitu orang tua sebagai penanggung jawab finansial anak. Dengan begitu ketika orang tua meninggal dunia maka uang pertanggungan akan cair untuk dana pendidikan anak. 
  2. Orang Tua Tidak Cermat
    Banyak orang tua yang masih kurang cermat menghitung kebutuhan uang premi yang harus dibayarkan. Biasanya ketidaktepatan perhitungan dana tersebut dapat mengagalkan rencana pendidikan yang telah anda susun. Selain itu pastikan nilai uang pertanggungan senilai minimal dari kebutuhan tersebut. Bilai nilai pertanggungan dibawah nilai tersebut maka risiko kegagalan membiayai pendidikan anak di masa depan juga akan mengalami kegagalan. 

Demikianlah penjelasan mengenai hal-hal yang salah kaprah terkait perencanaan asuransi pendidikan anak. Melalui penjelasan di atas, para orang tua bisa lebih berhati-hati ketika mengajukan asuransi pendidikan agar tepat sasaran untuk pendidikan di masa depan buah hati anda.

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published